Bila anda berkeliling Belanda dengan menggunakan kereta api, di sepanjang perjalanan ada yang menarik untuk diperhatikan, yaitu hamparan rumput yang menghijau yang menjadi "surga" bagi para ternak. Rumput yang menghiaju itu sengaja di sediakan untuk ternak-ternak si pemilik lahan. Ada beberapa jenis ternak yang bisa ditemukan seperti, sapi, domba dan kuda. Populasi sapi dan domba lebih dominan dibandingkan dengan kuda. Binatang-binatang itu sengaja di ternakkan oleh pemilik lahan untuk di ambil susu dan bulunya.
Binatang-binatang itu tiap hari digiring ke tanah lapang, dibiarkannya mereka makan sepuas-puasnya. Setiap saya melihat ke arah mereka, pasti mereka sedang makan. Kadang-kadang mereka tertidur "leyeh-leyeh" karena kecapean makan atau kekenyangan. sorenya mereka pulang ke kandang. malamnya tidur, paginya di ambil susunya, kadang sang jantan yang nakal terlihat mengejar-ngejar pasangan lawan jenisnya yang biasa mereka kawini tanpa ikatan yang sah sebagaimana manusia (KUA nya belum ada..hehe). lalu merekapun kembali ke padang rerumputan. setiap hari siklusnya selalu sama... antara makan, kenyang, tidur, makan, kenyang, tidur, dan seterusnya....
Sementara itu setiap hari saya rajin memperhatikan aktivitas masyarakat di sini. kebetulan apartemen saya menghadap persis di jalan. mereka kebanyakan tidak mengikatkan diri kepada suatu agama. sudah sekian lama Tuhan mereka lupakan. bahkan kalo ditanya "apa agama anda?" mereka akan menjawab: "agama? apa itu?" hasil obrolan saya dengan salah satu dari mereka adalah bahwa mayoritas keluarga dari masyarakat eropa di bangun bukan berasal dari ikatan pernikahan yang syah. mereka hanyalah sekawanan pasangan kumpul kebo yang mereka sebut sebagai pasangan samen wonen, bahkan ada seorang bapak yang dengan ringan hati menceritakan anaknya sudah samen wonen selama 15 tahun.
kalo anda jalan2 di sini anda akan banyak menemukan kebebasan itu, kalo di indonesia barangkali orang masih malu2 sehingga mereka menyembunyikan perbuatan buruk mereka, di sini, rasa malu yang dipunyai oleh mereka sudah tidak ada lagi. mereka bisa bermesraan di depan orang lain, tanpa ada rasa risih, malu dan sebagainya. mereka tidak kenal caranya bersuci, setelah buang air, mereka tidak kenal mana haram mana halal, mereka hidup secara individualistik.. kamu-kamu, aku-aku... antara tetangga kita tidak saling kenal...
kalo kita tarik garis lurus, dengan cerita sapi di atas dengan cerita di bawahnya... lantas muncul dalam benak saya... apa bedanya antara sapi dengan manusia... toh mereka sama2 digerakkan oleh hal2 yang tidak jauh berbeda. saya jadi teringat qaidah yang mengatakan "al-insanu khayawaanun natiq" manusia itu adalah binatang yang beraqal. kalo qaidah tadi hanya dimaknai secara sembrono terkait dengan fenomena di atas, yah benar yang membedakan mereka hanya sekedar berakal dan tidak berakal...
Tidak ada nilai-nilai ketuhanan yang mereka yakini lalu di perjuangkan, yang ada adalah nilai-nilai kemanusiaan tanpa adanya ikatan ketuhanan. mereka tidak mengenal adanya pahala dan dosa yang selama ini mengikat sikap dan perilaku kita. mereka bebas melakukan apapun yang penting tidak ada unsur paksaan atau kekerasan di dalamnya, yang orang-orang sering bilang asalkan tidak 'melanggar HAM'.
kita manusia, memang tidak sama dengan binatang. kita punya martabat, yang mana ketinggiannya bisa melampaui makhluk suci Allah: malaikat. kita juga punya akal untuk berfikir, telinga untuk mendengar, hati untuk merasa....oleh karena itu minimal gunakanlah rasa untuk merenungkan apakah kita selama ini seperti halnya binatang.. yang aktivitasnya sekedar: sarapan, ke kampus, makan, tidur, nonton tv, makan, nonton tv, tidur, kekampus dst... apakah rutinitas kita hanyalah itu? adakah terbetik dalam hati kita, sehingga terekam dalam ingatan, lalu menimbulkan keinginan untuk melakukan atau memperjuangkan nilai-nilai yang kita yakini?... sudahkah kita warnai dalam aktivitas kita untuk melakukan sesuatu bagi orang lain? untuk melakukan sesuatu bagi agamaku, melakukan sesuatu bagi orang tuaku, keluargaku...dan seterusnya.
Autumn,
Di awal waktu
Sabtu, November 15, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
Sukses deh , aq tunggu tulisan yg lainnya untuk bisa berbagi.....
sebagai penenang hati dan petunjuk, semoga...
Posting Komentar